Ilmu Setan (4)


Karakter Xu Huang, jendral militer yang menonjol di bawah kepemimpinan panglima perang Cao Cao pada masa Dinasti Han. (Gambar: DevianArt)

Novel: Ratu Suku Lix
Tahun 2017

Bab Sebelumnya:


Di sisi lain, para ustaz pengajar dan staf ponpes yang berada di dalam kantor, dibuat terkejut oleh dua orang santri yang masuk dengan cara berlari hingga menabrak meja dekat pintu masuk.

“Pak Ustaz!” sebut kedua santri itu bersamaan dengan napas tersengal-sengal, keringat bercucuran dan wajah panik seperti usai melihat setan.

Prajurit Tiong Hua di Pesantren (3)

Karakter Xu Huang.
Novel: Ratu Suku Lix
Tahun 2017

Bab Sebelumnya:



Salah satu sudut kota Bogor.

Pondok Pesantren Ash-Shiroth diasuh seorang ulama terkemuka dan disegani oleh masyarakat luas. Kemasyhurannya sudah menasional berkat peran serta media.

Persahabatan Dua Gadis SMA (2)

Ilustrasi

Novel: Ratu Suku Lix
Tahun 2017

Bab Sebelumnya:


Kaki kanan Lidya sudah menginjak landasan hampa saat Marli melihat ke arahnya. Tubuh Lidya pun bergerak miring perlahan menuju posisi luncuran.

Satu Jalan (1)

Ilustrasi. (Foto:
Novel: Ratu Suku Lix
Tahun 2017


Setelah izin kepada guru kelasnya, Lidya bergegas ke toilet sekolah khusus untuk siswi. Sesuatu yang tidak normal dialami oleh tubuh Lidya. Tangan kirinya memegangi perut, sedangkan tangan kanannya membekap mulutnya sendiri, seolah menahan sesuatu yang hendak termuntahkan. Wajah bersihnya memerah.

Dua Hati di Awal Ramadan (Tamat)



Ilustrasi: Cincin nikah. (Orori.com)
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:



Naina terus memutar dua roda kursi rodanya memasuki gerbang kecil berwarna hijau muda. Ketika ia membuka dan masuk, ia terperangah melihat keindahan taman bunga mawar berwarna putih yang mengapit satu jalan lurus yang berlapis aspal yang mulus.

Kejutan untuk Rani dan Rina (22)



Ilustrasi: Muslimah. (Foto: 123RF.com)
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:



Begitu mendesaknya pesan yang dibawa oleh Barada, membuat gadis itu tidak mempermasalahkan sopir mobil boks yang menabraknya. 

Gadis berjilbab berpakaian silat itu dengan cekatan bangun dari keterjatuhannya. Saat tahu sepedanya tidak bisa dipakai normal, ia memilih menitipkan sepedanya di pos satpam kompleks.

Pesan Dari Pendekar (21)

Ilustrasi: Ninja wanita. (Foto: Kunoichi)
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:

Marni tipe gadis yang perasaannya mudah tersentuh dan mudah menangis. Karenanya, baru saja ia melangkah masuk ke kamar itu, ia sudah menangis. Terlebih ketika melihat sosok cantik Naina Fitrayuni duduk di atas kasur bersandarkan pada tumpukan bantal di belakang punggungnya.

Pilihan Mama (20)

Ilustrasi
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:

Kini tinggallah Dedy, Irma dan kedua putri mereka, Rani dan Rina. Mereka duduk bersama di sofa itu. Dedy telah mengatakan bahwa mereka harus menerima keputusan dari Rani sebelum mereka meninggalkan ruangan itu. Keluarga ini sedang bermusyawarah.

Penantang yang Luluh (19)

Ilustrasi
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:

Tanpa ada janji sebelumnya, kedua motor laki itu berhenti bersamaan di depan pintu gerbang rumah pengusaha hotel Dedy Sirana yang punya anak bernama Rani, Rina dan Roni. Kedua motor itu datang dari arah yang berbeda dan bertemu di tempat yang sama.

Tantangan Besar dari Botol Bir (18)

Ilustrasi: membaca Al-Quran. (Thayyiba.com)
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:
Geng Muslimah Bintang Tujuh (13)

Meski sudah berjaket tebal, leher sudah dibalut syal dan kedua tangan ditutupi sarung tangan, tapi tetap saja hawa dingin di tengah malam itu meresap masuk membuat kulit Fito merasa agak menggigil.

Syarat Berat untuk Rani (17)

Ilustrasi
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:
Fastabiqul Khaerat Sepasang Naga Pemabuk (12)
Geng Muslimah Bintang Tujuh (13)

Jam di malam itu sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB. Irma Lulubana baru saja tiba di rumah. Meski ada kelelahan yang ia rasakan, ibu berambut pendek ini langsung menuju ke kamar putri sulungnya, Rani.

Ketika Si Tomboy Berhijab (16)

Ilustrasi: wanita tomboy.
Oleh: Rudi Hendrik

Tahun 2016

Sebelumnya:
Fastabiqul Khaerat Sepasang Naga Pemabuk (12)
Geng Muslimah Bintang Tujuh (13)

Barada berlari menaiki tangga ke lantai tiga, lalu langsung masuk ke kelasnya.

Assalamu ‘alaikum!” serunya sambil berlalu menuju kursinya.

Wa ‘alaikum salam!” jawab beberapa siswa yang sudah tiba lebih dulu di kelas.