Tiba-tiba di jalan raya
depan rumah berhenti tajam sebuah mobil Avanza biru. Terlihat dua orang pria
mengeluarkan separuh tubuhnya lewat jendela pintu mobil yang dibuka. Kedua
orang itu menodongkan senjata api serbu laras panjangnya ke arah rumah dan
kios.
Begitu dalam sopir
taksi biru itu mengerem mobilnya hingga memekik nyaring. Para pegawai dan
pelanggan kios Martabak 1001 Rasa milik Ringgo jadi terkejut. Afrizal langsung
keluar dari mobil setelah bayar tarif, tanpa peduli lagi kembaliannya. Taksi
pun segera berlalu pergi.